Perusahaan kendaraan niaga Mitsubishi Fuso mematok target yang lebih realistis untuk tahun depan. Setelah mencatat pangsa pasar yang naik di tengah kondisi penjualan yang menurun, perusahaan menargetkan market share minimal tetap berada di kisaran 40 persen pada 2026.
Angka ini dinilai masih memungkinkan, dengan catatan sektor-sektor utama kembali menggeliat.
Sales & Marketing Director KTB, Aji Jaya, menegaskan bahwa perusahaan tidak memasang target agresif.
“Kalau kita minimal sama targetnya (dengan tahun ini). Minimal sama. Ya kalau kita bulatkan paling 40 persen perkiraannya,” ujarnya di Surabaya, Rabu (10/12/2025).
Target mempertahankan pangsa pasar dianggap lebih rasional mengingat pasar kendaraan komersial secara keseluruhan masih penuh tantangan.
Aji menjelaskan, proyeksi pertumbuhan tahun depan sangat ditentukan oleh kondisi sektor industri yang selama 2025 masih berada dalam tekanan.
Sektor tambang, yang selama ini menjadi motor permintaan heavy duty truck, diprediksi tetap sulit jika situasi global dan geopolitik tidak membaik.
Sektor logistik menopang penjualan Fuso sepanjang 2025, di tengah melemahnya permintaan truk dari industri tambang dan proyek besar.
“Kalau sektor yang tahun ini tuh nggak bagus, di tahun depan bagus, itu pasti jadi stimulus. Tapi kalau miningnya sama aja dengan sekarang, itu mungkin ya mainnya di situ,” kata Aji.
Dengan pelemahan harga komoditas dan tekanan geopolitik, banyak perusahaan menahan investasi sehingga permintaan kendaraan komersial tidak bergerak signifikan.
Dalam skenario ini, Aji menyebut ruang pertumbuhan akan terbatas, terutama jika tidak ada faktor pemicu baru yang bisa menggerakkan pasar.
Salah satu yang paling berpotensi memberi dorongan adalah eksekusi proyek strategis pemerintah. Pemerintah baru dinilai berpeluang menambah permintaan kendaraan komersial jika mulai menggelontorkan anggaran infrastruktur secara lebih agresif.
“Kecuali ada proyek pemerintah ya, kita nggak tahu yang tiba-tiba dari pemerintahan yang baru terkait proyek-proyek strategis yang butuh truk. Demand pendaharan negara ini penting ya Pak? Iya,” katanya.
Belanja negara menjadi salah satu komponen paling krusial untuk memicu aktivitas sektor konstruksi, logistik, hingga distribusi material. Tanpa dorongan ini, Fuso memperkirakan pasar komersial tahun depan masih akan bergerak hati-hati, mengikuti pola tahun ini.
Dengan target market share 40 persen dan pandangan realistis terhadap dinamika sektor industri, Fuso menempatkan 2026 sebagai tahun konsolidasi.
Pemulihan permintaan sangat bergantung pada pergerakan pemerintah dan pulihnya sektor-sektor penopang utama, terutama tambang dan infrastruktur.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang