Layanan Teman Bus Mulai Hilang Satu-Persatu

Teman Bus, Layanan Teman Bus Mulai Hilang Satu-Persatu

Tahun 2025 akan segera berakhir, satu persatu layanan Teman Bus yang telah melayani sejumlah kota di Indonesia mulai menghilang.

Teman Bus sendiri merupakan program angkutan perkotaan dari Kementerian Perhubungan RI dengan skema "Buy The Service" (BTS). 

Pada layanan Teman Bus yang menyediakan transportasi massal berupa minibus secara gratis atau bersubsidi. Nama "Teman Bus" sendiri merupakan singkatan dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman, dan Nyaman. 

Hingga tahun lalu layanan Teman Bus masih beroperasi di berbagai kota besar seperti Yogyakarta, Medan, Solo, Surabaya, Banjarmasin, hingga Makassar.

Gonggomtua Sitanggang, Direktur Asia Tenggara ITDP menjelaskan, tidak beroperasinya lagi Teman Bus juga disebabkan oleh pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD)

"Pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) ikut mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai berbagai sektor, termasuk transportasi publik," katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/12/2025). 

Teman Bus, Layanan Teman Bus Mulai Hilang Satu-Persatu

Layanan Teman Bus Jogja berhenti beroperasi mulai 1 Januari 2025 dan digantikan Trans Jogja

Gonggom mengatakan, dalam RAPBN 2026, alokasi TKD turun drastis dari Rp919,9 triliun pada 2025 menjadi Rp650 triliun, atau turun sekitar 29 persen. Sebelumnya, pada 2025 pemerintah juga memangkas TKD sebesar Rp50,59 triliun melalui KMK 29/2025 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.

Pada saat yang sama, kerangka hukum menempatkan transportasi sebagai urusan wajib nonpelayanan dasar dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Artinya, pemerintah daerah wajib mengurus sektor perhubungan. Namun, penyediaan layanan transportasi publik perkotaan tidak dikategorikan sebagai layanan dasar yang harus dipenuhi setara pendidikan atau kesehatan.

"Dengan kata lain, keberadaan bus kota dan BRT lebih banyak ditentukan oleh keberanian politik dan prioritas anggaran, bukan oleh kewajiban layanan minimum yang tegas. Menariknya, ketika kami memetakan persebaran sistem transportasi publik di berbagai kota, kemampuan fiskal daerah tidak selalu menjadi penentu utama," katanya. 

Gonggom menambahkan, dampak ketika layanan transportasi publik dipangkas, masyarakat terpaksa mengandalkan kendaraan bermotor pribadi yang lebih mahal (ojek daring, angkot tidak terintegrasi, dan lain-lain), sehingga total ongkos perjalanan harian meningkat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

About Top Car News Network

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.